TEOLOGI PASKAH.
I. PENDAHULUAN
Paskah adalah inti dari iman Kristen, tanpa kebangkitan Kristus maka sia-sialah seluruh pekerjaan misi pemberitaan Injil. Akan tetapi perlu kita ketahui, bahwa bukan orang Kristen satu-satunya yang merayakan Paskah, orang Yahudi juga merayakan Paskah. Bahkan orang Yahudi sudah merayakan Paskah sejak ribuan tahun silam (sebelum masehi), sementara Kekristenan mulai merayakan Paskah sejak awal permulaan abad masehi. Maka perlu dikaji secara teologis, apakah perbedaan dan persamaan Paskah Yahudi dan Paskah Kristen? Serta apakah makna sentral dari perayaan Paskah orang Kristen. Untuk menjawab pertanyaan itulah, maka tulisan ini hadir. Kiranya dapat mengedukasi, mencerahkan, dan berkontribusi untuk peningkatan dan pengembangan iman, bagi hidup kita bersama orang percaya, di tengah-tengah zaman disrupsi (panca robah) dewasa ini.
II. PEMBAHASAN.
2.1. Makna Paskah Dalam Yudaisme (Israel).
Paskah dalam perayaan liturgis orang Kristen berasal dari tradisi Yahudi, dari akar kata "pesach" dan dalam bahasa Yunani diterjemahkan "pascha" kemudian diserap dalam bahasa Inggris "passover" dan direduksi kedalam bahasa Indonesia "paskah."
Kata "pesach" dapat diartikan dilewatkan, dibebaskan atau dihindarkan. Kata ini menerangkan bagaimana Allah membebaskan orang Israel dari perbudakan Mesir, dan dilewatkan dari segala tulah wabah yang mematikan.
Istilah "pesach" ini muncul pada tulah ke 10 yaitu anak sulung mati. Bagaimana melalui tanda "darah" anak domba jantan dipalang pintu rumah Israel, maka seluruh anak-anak Israel dilewatkan dari kematian anak sulung.
Umat Israel menjadikan peristiwa itu sebagai kultus (perayaan religius) untuk mengingat kebaikan dan kedasyatan kuasa Tuhan menolong dan membebaskan mereka. Perayaan paskah ini telah dilakukan umat Yahudi sejak tahun 1300 sM, artinya perayaan paskah sudah dilakukan umat Yahudi sejak ribuan tahun silam.
Jika merujuk kalender Yahudi maka perayaan Paskah akan jatuh pada bulan Nissan (Im. 23:4, Bil. 9:3-5), yaitu bulan pertama dalam kalender Yahudi. Pada tradisi Yahudi perayaan paskah dirayakan selama 7 hari, dari terbit sampai terbenamnya matahari.
Selama 7 hari orang Israel hanya memakan roti tidak beragi (Kel. 13:13-14). Hal itu untuk mengingatkan orang Israel bahwa ada harga yang mahal untuk kebebasan mereka dari perbudakan Mesir yaitu nyawa.
2.2. Makna Paskah Dalam Kekristenan.
PB (Perjanjian Baru) menerangkan bahwa malam terakhir Yesus sebelum mati tersalib, adalah malam perjamuan makan paskah Yahudi (Luk. 22:7-8). Pada perjamuan itu Yesus berkata diriNya tidak akan tidak akan menikmati roti dan anggur Paskah lagi sebelum Kerajaan Allah digenapi. Pada konteks inilah Yesus menjadikan media Roti dan Anggur Paskah sebagai simbolisasi Tubuh dan DarahNya yang harus terkoyak/terpecah dan tertumpah untuk penebusan dosa manusia (Luk. 22:14-22).
Sekalipun pada akhirnya pada saat ini makna Roti & Anggur dalam Perjamuan Kudus dipahami dalam 3 intepretasi. Pihak Katolik dengan model "Transubstansiasi" yaitu Roti & Anggur benar-benar menjadu tubuh dan darah Yesus saat dalam ibadah dan diluar ibadah.
Pihak Lutheran dengan model "consubstansiasi" dimana Roti & Anggur menjadi tubuh dan darah Yesus saat bercampur dengan firman Allah dalam ibadah, maka diluar ibadah roti dan anggur itu tetap menjadi roti dan anggur.
Pihak Calvinis dengan model "substanaiasi" dimana roti dan anggur tetap menjadi roti dan anggur tanpa mengalami perubahan apapun, baik didalam atau diluar ibadah, sebab roti dan anggur itu hanya sebagai sarana untuk mengingat kematian dan kebangkitan Kristus.
Ada beberapa hal makna Paskah menurut Kekristenan, yaitu :
1. Paskah mengajarkan bahwa Allah itu adil dan setia pada hukum-hukumNya, dimana upah dosa adalah maut. Maka satu-satunya alat penebusan dosa adalah kematian atau maut. Masalahnya hanya kematian yang tidak berdosa (suci) yang dapat menebus orang berdosa, kematian orang berdosa tidak akan dapat menebus kejahatan dosanya, justru kematian adalah upah dosa. Satu-satunya kemanusiaan yang tanpa dosa sejak Adam-Hawa jatuh kedalam dosa adalah kemanusiaan Yesus Kristus, karena itulah pada konteks ini, Yesus disebut "Domba Paskah." Maka pada poin ini jelas, mustahil ada jalan keselamatan (penebusan dosa) kepada manusia selain dari Yesus, sebab hanya Yesus satu-satunya kemanusiaan yang hidup tanpa dosa.
2. Paskah berkaitan dengan "inkarnasi" yaitu peristiwa Allah menjadi manusia dalam Kristus Yesus. Inkarnasi memberi makna Allah merendahkan diriNya menjadi manusia, demi cinta kasihNya kepada ciptaanNya agar tidak binasa karena dosa. Pada konteks ini, Paskah mengarahkan untuk menghidupi sifat dan karakter Allah itu, yakni rendah hati, lebih mengedepankan cinta kasih ketimbang ambisi dan harga diri.
3. Paskah mengingatkan kita, bahwa di dalam Yesus kuasa iblis tidak berdaya lagi, hal itu dibuktikan bagaimana maut tidak bisa menahan atau mengikat Yesus. Hal ini menegaskan bahwa di dalam Yesus kita tidak perlu takut dengan kuasa iblis, sebab segala kuasa baik di surga dan di bumi, telah tunduk dan takhluk di dalam nama Yesus. Artinya tidak ada dosa yang tidak bisa diampuni oleh darah Yesus, dan tidak ada kuasa yang mampu berhadapan dengan kuasa nama Yesus. Maka setiap orang tidak perlu takut untuk bertobat, tidak perlu takut dengan ancaman kuasa kegelapan iblis. Sebab bersama dan di dalam Yesus, setiap orang akan dimenangkan.
4. Paskah mengingatkan kita, bahwa sejak kita percaya Yesus, maka hidup kita telah mengalami transformasi, dari manusia yang diperbudak dosa sama seperti Israel yang diperbudak Mesir. Kini kita telah dibebaskan, dilewatkan dari perbudakan dosa itu. Maka baiklah setiap orang mengingat identitas barunya tersebut, dan berjuang dengan sungguh-sungguh untuk menghidupi identitas rohani barunya tersebut.
2.3. Persamaan Paskah Yahudi & Paskah Kristen.
Secara substansial makna Paskah Yahudi dan Paskah Kristen adalah sama, yaitu sama-sama menekankan tentang keselamatan Allah, yang membebaskan umatNya dan melewatkan atau melepaskan umatNya dari kematian.
2.4. Perbedaan Paskah Yahudi dan Paskah Kristen.
Yang menjadi perbedaan Paskah Yahudi dan Paskah Kristen adalah :
1. Paskah Yahudi mengunakan kalender Yahudi, maka Paskah dirayakan pada bulan pertama (Nissan) dalam kalender Yahudi. Sementara Paskah Kristen dirayaka menurut kalender masehi Greogerian, dan dirayakan bulan ke tiga (Maret) menurut kalender masehi.
2. Paskah Yahudi alat keselamatannya adalah "darah" binatang yaitu darah domba jantan. Akan tetapi pada kekristenan alat keselamatan itu bukan pada darah binatang tetapi diletakan pada "darah" Yesus.
3. Paskah Yahudi bersifat "primordial" artinya keselamatan itu hanya dan untuk bangsa mereka saja (partikular). Akan tetapi Paskah Kristen itu bersifat "universal" artinya segala suku-bangsa dapat menikmati keselamatan dari Allah dalam Kristus Yesus.
4. Jika kita kaji secara kontekstual, maka menikmati Paskah Yahudi, kita harus menjadi Yahudi, hal itu kita harus harus tercabut dari akar budaya kita sendiri dan menundukkan diri kepada adat budaya Yahudi, agar dapat menikmati Paskah Yahudi. Sedangkan Paskah Kristen bersifat "multikultural", " multietnis", multinations." Artinya menikmati Paskah Kristen, saudara tidak perlu tercabut dari akar budaya saudara, tetapi saudara hanya perlu percaya dan meneladani Kristus dalam hidup anda.
KESIMPULAN
Sejarah Gereja mencatat bahwa sejak zaman para rasul (gereja mula-mula) sampai zaman patriark gereja (bapa-bapa gereja). Perayaan utama, yang megah dan akbar dalam Kekristenan adalah Paskah. Pada masa "Scholadtik" ketika akal manusia menguat, zaman ditandai dengan kebangkitan filsafat. Ditambah lagi dunia memasuki masa revolusi industri, roh kapitalisme menguat dalam gereja. Akhirnya dewasa ini, perayaan Paskah seolah perayaan biasa, dan perayaan Natal menjadi perayaan utama dan akbar, sekalipun pada zaman para rasul dan bapa-bapa gereja Natal tidak pernah dirayakan oleh gereja.
Mengapa Paskah itu penting dalam iman Kristen, sebab Paskah adalah bukti bahwa Yesus adalah Tuhan, bahwa kematian tunduk dan takhluk kepada Kristus. Paskah menjadi jaminan bagi orang percaya, bahwa didalam Yesus ia juga akan bangkit dan ia akan dilewatkan dari kematian kekal (neraka), tetapi dipindahkan kepada kehidupan kekal (surga), pada hari penghakiman atau hari kedatangan Yesus keduakalinya (parousia).
Paskah menjadi garansi (jaminan) bahwa di dalam dan bersama Kritus, hidupku, hidupmu, hidup kita semua, akan selalu berada pada kebangkitan bukan kemunduran apalagi kematian, apapun tantangan, balangan dan pencobaan yang kita hadapi saat ini.
Shalom.
Tuhan Yesus Memberkati.
Selamat Merayakan Paskah.
Pdt. Ewen Josua Silitonga M.Th

Posting Komentar untuk "TEOLOGI PASKAH"