BAHAN KHOTBAH MINGGU:1 PETRUS 1: 13 – 16

 


BAHAN KHOTBAH EVANGELIUM

MINGGU QUASIMODOGENITI

MINGGU, 12 APRIL 2026

1 PETRUS 1: 13 – 16 

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

Pengantar

Hidup dalam rencana dan kehendak Tuhan untuk melakukan segala sesuatu yang baik, berkenan, serta menjauhi segala kenajisan merupakan hal yang semestinya dilakukan oleh orang percaya. Kekudusan merupakan suatu hal penting yang menjadi keharusan bagi orang Kristen. Pengajaran gereja masa kini tentang kekudusan berfokus pada moral, etika, dan perbuatan baik. Banyak orang beriman yang berusaha hidup kudus dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika serta perbuatan baik1 hal ini menunjukkan bahwa masih ada orang yang mau berjuang untuk hidup dalam kebenaran. Kata “Kekudusan” sering diartikan murni, suci namun dari arti akar kata kata kudus berarti “berbeda”, “terpisah” yang kemudian dikembangkan dari sudut kekristenan Kekudusan merupakan pemisahan diri dari hal-hal yang bersifat daging, duniawi, bahkan hawa nafsu serta persahabatan dengan dunia memiliki standar Firman Tuhan, dalam karya penebusan Kristus sebagai tanda lahir baru. Bagaimana hidup kudus dalam teks khotbah 1 Petrus 1: 13 – 16?

 

Tafsiran Teks

“Sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” 1 Petrus 1:16 merupakan petikan  dari  kitab  Imamat  11:44,  “Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu  menguduskan  dirimu  dan  haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus.” Rasul Petrus menjelaskan kekudusan dengan dasar firman Tuhan sehingga dapat diterima oleh orang-orang keturunan Yahudi perantau dan pendatang yang telah menjadi Kristen dan tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia (1 Petrus 1:1). Sekalipun Petrus dalam pelayanan penggembalaannya tidak  membedakan  orang  kristen  Yahudi dengan  orang  kristen  non Yahudi,  namun keterangan  “orang-orang  pendatang,  yang tersebar” atau sering dipahami ditujukan kepada orang Yahudi diaspora. pemakaian  “diaspora”adalah istilah yang  tepat  penggunaannya  dalam  bahasa Indonesia yang berarti tersebar, sedangkan dalam  pengertian sebenarnya,  mengacu pada  orang-orang  Yahudi  yang  tersebar setelah pembuangan Babilonia. Pada zaman Perjanjian Baru, istilah ini menunjuk kepada orang-orang  Yahudi  yang  hidup  menyebar atau merantau di luar bangsa Israel.

            Sebagai gembala umat Tuhan, Petrus mengingatkan  agar  terus-menerus  hidup kudus  dengan  menjaga  akan  tiga  hal penting.  Pertama  ialah  akal  budi  yang melingkupi  dalam  diri  orang  percayadi mana  kekudusan  berawal  dari  akal  budi yang merupakan perintah8bukan saran.  1 Petrus  1:13  menyebutkan  akal  budi,  yang dalam Bahasa Yunani ialah tes dianonias mengarah  pada  pengertian waspada dan berdoa dengan tujuan dialog bersama Tuhan terkonsentrasi  dalam pemikiran  rasa  takut  serta  hormat  penuh kekudusan. Melalui akal budi, Petrus memberikan  perintah  agar  orang  kristen mengendalikan  diri  yang  menunjukkan  kekudusan  dalam  kehendak  seperti  uraian lanjutannya dalam 1 Petrus 4:7, ”Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” Bagian kedua ialah taat seperti yang tertulis  dalam  1  Petrus  1:14,  “Hiduplah sebagai  anak-anak  yang  taat.”  Ungkapan anak-anak yang taat tertulis dalam bahasa Yunani ialah tekna hupakoes memberi  petunjuk  keberadaan mereka sebagai orang kristen petobat baru sekaligus  memiliki  keyakinan  terhadap Tuhan sebagai Bapa mereka.  Bila merujuk pada  kata  dasar  hupakoe yang berarti arti ketundukan.  Tentu  saja  kata  taat  ini berhubungan  dengan  kualitas  ketaatan terhadap kebenaran Injil. Ketaatan mutlak harus terus-menerus terjadi dalam diri orang yang baru bertobat dengan prinsip disiplin pembacaan Alkitab, permohonan doa serta menjalin persekutuan antar saudara seiman. Bagian ketiga ialah kudus dalam 1 Petrus  1:15.  Pada  dasarnya  kekudusan mengacu  pada  kualitas  hakiki  Tuhan  dan manusia,  supremasi  Allah  yang  kudus merupakan  sumber  kesempurnaan  rohani dan  moral.  Hidup  kudus  sesuai 1 Petrus 1:15, menunjukkan bahwa “hendaklah kamu menjadi  kudus” sebenarnya memberi pengertian  “hendaklah  kamu  dikuduskan” bukan  menguduskan. Sangat  berbeda artinya  karena  pada  kenyataannya  orang Kristen tidak mampu menguduskan dirinya sendiri dengan kekuatannya, sebab itu hanya membutuhkan pertolongan Tuhan yang mampu menguduskannya. Pada  akhirnya Petrus memerintahkan bahwa setiap orang percaya harus memiliki kekudusan dalam hati. 1  Petrus  3:15, “Tetapi  kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!”

            Dari  ketiga  bagian  ini  yaitu  akal budi,  taat,  dan  kudus  menghantar  kepada pemahaman 1 Petrus 1:16 mengenai kudus yang sesungguhnya merupakan kata kunci surat 1 Petrus. “Sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebabAku kudus.” 1 Petrus 1:16, kata “sebab”  adalah  kata  penting  yang menunjukkan  tanda  peralihan  dengan sebuah tujuan dari pemikiran Petrus yang sebelumnya.  Dalam  1 Petrus  1:1-2  dan  1 Petrus 1:3-10 rasul Petrus secara sederhana menjelaskan tentang keselamatan di dalam Kristus,   selanjutnya   membicarakan kelahiran baru, hingga orang-orang percaya menerima bagian di Surga (1 Petrus 1:4,8) kemudian  beralih  pada  pokok  bahasan perihal kekudusan. Penggunaan kata Kudusdalam  Imamat  11:44, ָקֶֹֹֹדשׁ(Qadosy) artinya: Kudus, maha kudus atau terpisah dengan  merujuk  pada pengertian dikhususkan menjadi milik Allah sekaligus dipisahkan dari  hal-hal  duniawi  yang bertentangan  dengan  kehendak  Allah. Sedangkan  dalam  bahasa  Yunani hagios artinya memisahkan dan menjadikan milik Allah yang menunjuk pada sikap kesetiaan manusia terhadap Allah atau  keserasian  dunia  ciptaan  terhadap hukum Ilahi. Pengertian kudus dari bahasa Ibrani dan dari bahasa Yunani mempunyai konsep yang sama.Tampak   jelas   sekali bahwa kekudusan berawal karya Allah khususnya Roh  Kudus  dalam  diri  orang  percaya. Kemudian  tersalurkan  keluar  melalui hubungan pribadi dengan firman Tuhan dan berlanjut  dengan  pemerintahan di dunia. Lalu berkaitan erat dengan pekerjaan terikat melalui hubungan suami istri dan berakhir hingga kedatangan hari Tuhan. Sebagaimana Petrus mengingatkan  orang-orang Yahudi  kristen  yang  hidup  menjadi perantau  maupun  pendatang,  penekanan kekudusan  telah  melekat  dalam  ingatan mereka  perihal  tatanan  yang  sedemikian teratur  mulai  lembaga terkecil  yaitu keluarga  hingga  lembaga  keagamaan,  dan lembaga pemerintahan kerajaan.

 

Refleksi Teologis

            Pengudusan  merupakan  tindakan yang  mengarah  untuk  hidup  benar  sesuai perintah Kristus. Peristiwa tersebut terjadi pada masa kini saat orang Kristen berjalan bersama  Tuhan.  Allah itu kudus, apapun alasan hidup orang kristen sejati dalam dunia, kekudusan merupakan   sasaran   dengan   maksud meyakinkan pemilihan orang percaya hanya kepada  Kristus  Yesus.  Dalam  proses pengudusan  semuanya  bergantung  pada inisiatif Allah sendiri hingga pada akhirnya Allah  juga  yang  menyempurnakan  seperti maksud  dari  semula  sebelum  dunia dijadikan.   Pemikiran   hidup   kudus merupakan  tanggungjawab  orang  Kristen dengan  menerapkannya  hanya  bergantung sepenuhnya pada pimpinan Roh Kudus yang berdiam  dalam  keseluruhan  hidup  orang Kristen. Sebagai manusia milik Tuhan yang tentu  penuh  kelemahan  dan  keterbatasan, menunjukkan   ketidakmampuan   dalam mengusahakan   kekudusan menurut kekuatan dan kehendak sendiri hanya bisa berharap pada  pertolongan Tuhan agar melalui kuasa-Nya menyempurnakan kekudusan dalam hidup orang  Kristen masa kini  yang  sesungguhnya  menurut  Tuhan sendiri.

            Allah telah memanggil setiap orang Kristen untuk hidup kudus. Dalam panggilan ini tidak ada pengecualian dalam arti bahwa panggilan ini bukan hanya ditujukan kepada para pendeta, pelayan gereja, seluruh jemaat. Setiap orang Kristen di segala bangsa, tidak peduli miskin atau kaya, terpelajar atau tidak terpelajar, sangat berpengaruh atau sama sekali tidak di kenal, dipanggil untuk hidup kudus. baik pemimpin rendah dalam gereja maupun kepala Negara Kristen yang memiliki Kuasa, semuanya dipanggil untuk hidup kudus. Dari pengertian tersebit dapat kita ketahui bahwa panggilan untuk hidup kudus ini didasarkan atas kenyataan bahwa Allah sendiri kudus.

            Hidup dalam kekudusan adalah suatu hal yang mutlak yang menjadi keharusan bagi orang percaya. Tawaran dunia saat sekarang ini bervariasi sehingga kita harus membentengi diri kita dengan kebenaran Firman Tuhan. Banyak sekali pengikut Kristus yang terjerumus dalam dosa kedagingan dan hawa nafsu mereka. Juga banyak sekali kejahatan yang terjadi oleh karena orang Kristen, baik itu korupsi, seks bebas, fitnah, kata-kata kotor dan lain sebagainya. Kehidupan orang Kristen seharunya hidup dalam kekudusan sebagaimana yang dikehendaki-Nya karena Ia itu Kudus ada-Nya. Tuntutan untuk hidup dalam kekudusan itu adalah suatu hal yang mutlak dan keharusan bagi setiap orang percaya. kekhususan sudah diberikan bagi kita melalui karya penebusan yang Allah kerjakan melalui Yesus Kristus maka untuk meresponinya kita pengikutnya harus hidup dalam kekudusan dan kebenaran Firman Tuhan, amin.

Posting Komentar untuk "BAHAN KHOTBAH MINGGU:1 PETRUS 1: 13 – 16 "