MEMAKNAI KEHADIRAN ALLAH DALAM PERJANJIAN LAMA

Allah Yahweh adalah Allah yang berdaulat dan bebas di dalam segala kehendak dan tindakan-Nya. Sebagai Allah yang hidup dan kekal, Dia juga bebas menghadirkan diri-Nya di mana saja dan dalam bentuk apa saja serta kapan saja. Kata "hadir" di dalam PL disebut dengan halak: הָלַךְ halak (haw-lak'), yang berarii: 1) to go (pergi), walk (berjalan), come (datang 1a) (Qal), (to go, walk, come, depart (berangkat), proceed (mendekat), move (bergerak), go away (pergi) traverse 1c2) to walk about 1d) (Niphal) to lead, bring, lead away, carry, cause to walk.

Menurut kesaksian PL ada beberapa bentuk kehadiran Allah, yakni :

1. TUHAN Allah hadir melalul Roh-Nya (Roh Kudus), "Roh Allah melayang-layang di atas permukaan       air" (Kej.1:2).

2. TUHAN Allah hadir melalui firman-Nya (suara-Nya). Umat dapat merasakan kehadiran Allah melalui suara dan firman-Nya, walaupun mereka tidak dapat melihat-Nya secara fisik, muka dengan muka. Dia hadir melalui "perintah-Nya" (Ke). 2:16). Dia hadir melalui panggilan-Nya: "Di manakah engkau?" (Ke). 3:9). TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman (Kej. 12:7; 17:1; 18:1; 26:2,24; 35:1,9). Dia juga menampakkan diri kepada Yakub di Lus di tanah Kanaan (Kej. 48:3). Dia menampakkan diri kepada Musa (Kel. 3:16). Besar dugaan penampakan dan kehadiran TUHAN di sini dalam suara atau firman. TUHAN sendiri yang mengatakan bahwa Dia telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa (Kel. 6:3). TUHAN juga menampakkan diri-Nya pada saat korban dipersembahkan kepada-Nya (Im. 9:4). TUHAN menampakkan diri kepada Samuel di Silo "dengan perantaraan firman-Nya" (1 Sam. 3:21). Juga kepada Salomo di Gibeon "dalam mimpi" pada waktu malam (1 Raj. 3:5; dan 9:2 untuk yang kedua kalinya; 2 Taw. 1:7; 7:12). TUHAN juga menampakkan diri-Nya kepada Daud di gunung Moria di Yerusalem (2 Taw. 3:11.

3. TUHAN Allah hadir melalui "bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk" (Kej. 3:8).

4. TUHAN Allah hadir dan menampakkan diri-Nya melalui "Malaikat TUHAN" kepada Musa melalui "nyala api yang keluar dari semak duri, semak duri itu menyala tetapi tidak dimakan api" (Kel. 3:2; Mzm. 21:9: "seperti perapian"; Mzm. 102:16: "dalam kemuliaan-Nya"; Mal. 3:2: "seperti api tukang pemurni logam" dan "seperti sabun tukang penatu"). Allah hadir melalui "Malaikat TUHAN" kepada Gideon (Hak. 6:11-12). Allah juga hadir dalam bentuk "Malaikat TUHAN" kepada isteri Manoah, orang Dan, yang mandul dan akhirnya melahirkan (Hak. 13:2-3,10,21).

5. TUHAN Allah hadir dan menampakkan diri-Nya melalui "awan di atas tutup pendamaian" (Im. 16:2). Dia hadir melalui: "tiang awan" (pada siang hari) dan "tiang api" (pada malam hari), (Bil. 14:14; UI. 31:15).

6. TUHAN Allah juga hadir melalui penglihatan: "Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Baitsuci" (Yes. 6:1). Dia juga hadir dengan "suara orang yang berseru" dan "rumah penuh dengan asap" (Yes. 6:4; dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Baitsuci" (Yes. 6:1). Dia juga hadir dengan "suara orang yang berseru" dan "rumah penuh dengan asap" (Yes. 6:4; bd. Why. 4:8).

7. TUHAN Allah juga hadir dalam bentuk manusia atau orang asing seperti yang dijamu oleh Abram (Ke). 18:1-2: "tiga orang berdiri di depannya"; bd. Ibr. 13:2: malaikat) dan Lot (Kej. 19:1,5,17: kedua orang itu).

8. Kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya adalah menjadi bukti adanya hubungan yang istimewa antara Allah dengan umat-Nya, "Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku" (Im. 26:12).

9. TUHAN Allah hadir melalui para hamba-Nya: Imam (mediator) - Nabi (messenger) -Raja (pemimpin/perwallan kerajaan Allah). Kehadiran para hamba TUHAN adalah kehadiran "atas Nama TUHAN".10. Istilah "hadirat TUHAN" juga memperlihatkan adanya kehadiran TUHAN, yang diwakili oleh "Tabut Perjanjian" (2 log batu hukum Taurat). (Kel. 34:23-24; Ul. 16:16; 31:11; Ezr. 9:15; Neh. 1:4; Pengk. 8:12-13). Tabut Perjanjian ini ditempatkan di dalam Kemah Suci dan Bait Suci, di ruang mahakudus. Kemah Suci dan Bait Suci adalah tempat kehadiran dan bertakhtanya TUHAN Allah di tengah-tengah bangsa Israel. Israel meyakini TUHAN berdiam di ruang Maha Kudus, di ruang paling dalam di Bait Suci. 

10. TUHAN Allah juga hadir dan menampakkan diri-Nya melalui bentuk-bentuk lain, seperti hukuman dan peristiwa bencana atau malapetaka (Kel. 9:11.15: Kel. 32:14.23: 1 Sam.9:15; Nen. 1:4; Pengk. 8:12-13). Jabut Perjanjian ini ditempatkan di dalam Kemah Suci  dan Bait Suci, di ruang mahakudus. Kemah Suci dan Bait Suci adalah tempat kehadiran dan bertakhtanya TUHAN Allah di tengah-tengah bangsa Israel. Israel meyakini TUHAN berdiam di ruang Maha Kudus, di ruang paling dalam di Bait Suci.

11. TUHAN Allah juga hadir dan menampakkan diri-Nya melalui bentuk-bentuk lain, seperti hukuman dan peristiwa bencana atau malapetaka (Ke). 9:11,15; Kel. 32:14,23; 1 Sam, 6:9; 1 Raja 21:21; 2 Raja 21:12).

Posting Komentar untuk "MEMAKNAI KEHADIRAN ALLAH DALAM PERJANJIAN LAMA "