TINJAUAN ETIKA KRISTEN TERHADAP MASALAH PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN DIHUBUNGKAN DENGAN HAK/SAHABAT TANAH

     


        Sebagai petani, apakah mempunyai hak mutlak bagaimana dia mengelola dan mempergunakan tanah, lahan pertaniannya? Kenyataannya, para petani memaksa tanah untuk berproduksi dengan menggunakan pupuk kimia dan pestisida, dan menanaminya tanpa ada istirahat pada tanah untuk memperbaiki unsur-unsur hara yang ada di dalamnya. Akibatnya tanah menjadi tandus. Apakah boleh lahan pertanian dieksploitasi untuk memenuhi selera manusia? Dan apakah tanah mempunyai hak untuk beristirahat yang harus dihargai dan ditaati oleh para petani?. Allah menciptakan langit dan bumi dan memberikan kepada manusia mandat untuk menguasai, mengusahakan, dan memelihara sebagai sumber kehidupannya (kek 1:2829, kej 2:15), band mat 5:45. Hal itu menegaskan bahwa manusia mempunyai tanggung jawab kepada Tuhan dalam menguasai, mengusahakan dan memelihara tanah pemberian Allah demi kelanjutan hidupnya manusia di bumi ini. Memelihara lahan pertanian berarti memelihara sumber kehidupannya. manusia diciptakan oleh Allah dari debu tanah, berarti manusia adalah bagian dari tanah atau bumi apa yang kita lakukan terhadap alam ini adalah melakukan terhadap diri kita sendiri karena tanah alam tidak dipisahkan dengan manusia.

 bahwa etika PL harus dilihat dari tiga sudut yaitu sudut Teologis atau Allah sudut sosial atau Israel dan sudut tanah ketika sudut ini tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan dan mempengaruhi Pokok yang penting dalam perjanjian Allah dengan Israel adalah soal pemberian tanah dan inilah merupakan tema utama khusus dari kelima kitab Musa etika PR tidak dapat dipisahkan dengan teknologi tanda-tanda. Hal ini menyatakan bahwa menggunakan lahan pertanian mempunyai hubungan dengan sosial kerohanian. Allah menjadikan tanah berarti tanah yang mereka diami dan usahakan adalah merupakan pemberian Allah. Hal itu berarti Israel harus bergantung dan bertanggungjawab kepada Allah dalam mengusahakan tanah dalam menggunakan hasil tanah demikian juga lahan pertanian yang kita miliki. pemberian tanah juga menyatakan bahwa Allah tetap sebagai pemilik mutlak atas tanah sehingga dia berhak menentukan bagaimana tanah atau dikelola dan hasilnya dipergunakan dan jika mereka menaati ketetapan Allah mengenai tanah mereka akan mengalami kemakmuran secara ekonomi atau diberkati Allah memberi ketetapan mengenai penggunaan tanah dimana Allah menetapkan dan memberi hak kepada tanah yang disebut sahabat tanah

    Dalam imamat 25:1- 22 , Allah menetapkan sahabat tanah atau waktu berhenti tanah ditanami tujuan adalah agar tanah mempunyai waktu untuk memperbaiki dirinya agar menjadi subur dan dampaknya adalah Allah memberkati hasil tanah khususnya pada tahun ke-6 untuk menanggulangi tahun ke-7 kenaikan jabatan adalah mempunyai kesempatan untuk berhenti bukan tahun ke-7 nya. Maka cara petani sekarang ini dalam mengelola lahan pertaniannya tidak dapat diterima dan etika Kristen para petani menendangnya menghargai tanah dengan tidak merusak harap atau kesuburan tanah sebagai sumber kelanjutan hidup mereka contoh petani Yogyakarta nasi cinta.



Posting Komentar untuk "TINJAUAN ETIKA KRISTEN TERHADAP MASALAH PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN DIHUBUNGKAN DENGAN HAK/SAHABAT TANAH"