NASKAH DRAMA JALAN SALIB BAHASA
INDONESIA
Di Taman Gestsmani (Markus)
Narator : Lalu sampailah
Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsmani).
Yesus : “Duduklah
di sini, sementara Aku berdoa.”
Narator : Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes
serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar , lalu kata-Nya.
Yesus : “Hati-ku
sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan
berjaga-jagalah.”
Narator : Ia
maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiraya
mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. Kata-Nya.
Yesus : “Ya
Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu , ambillah cawan ini dari
pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau
kehendaki.”
Narator : Setelah
itu Ia datang kembali, dan mendapat ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata
kepada Petrus.
Yesus : “Simon,
sedang tidurkah engkau Tidakkah engkau
sanggup berjaga-jaga satu jam? Berjaga-jagalah dan berdolah , supaya kamu
jangan jah ke dalam percobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.”
Narator : Lalu
Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga. Dan ketika Ia kembali pula, Ia
mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak
tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya . Kemudian Ia kembali untuk
ketiga kalinya dan berkata kepada mereka.
Yesus :
“Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak
Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita
pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”
Yesus ditangkap (Lukas)
Narator :
Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang
bernama Yudas, seorang dari keduabelas murid itu, berjalan di depan mereka,
Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya.
Yudas
: (mendekati Yesus lalu mencium-Nya).
Yesus
: “Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak
Manusia dengan ciuman”
Narator :
Ketika mereka, yang bersam-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi,
berkatalah mereka
Murid 1:
“Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang”
Narator :
Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga
kanannya. Tetapi Yesus berkata
Yesus :
“Sudahlah itu”.
Narator : Lalu
Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.
Maka
Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah
serta tua-tua yang datang untuk menangkap Dia, kata-Nya
Yesus: “Sangkamu
Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan petung? “Padahal
tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu
tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu.”
Yesus di hadapan Makhamah Agama
Narator :
Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam
Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Dan Petrus
mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setalah masuk ke
dalam. ia duduk melihat kesudahan perkara itu. Imam-imam kepala, malah seluruh
Makhamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum
mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta.
Tetapi akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan
Penjahat:
“Orang ini berkata : Aku dapat merubuhkan bait Allah dan membangunnya kembali
dalam tiga hari.”
Narator : Lalu
Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya
Imam Besar : “Tidakkah Engkau memberi jawab atas
tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”
Narator : Tetapi
Yesus tetapi diam.
Imam Besar:
“Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak
Allah, atau tidak.”
Yesus :”Engkau telah mengatakannya . Akan
tetapi, Aku berkata kepada kepadamu, mulai sekarang amu akan melihat Anak
Manusia duduk di sebelah kanan yang
Mahakuasa dan datang di atas awan-awan
langit.”
Narator : Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya
dan berkata :
Imam Besar :
“Ia menghujat Allah Untuk apa kamu
dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu ?”
Orang-orang banyak : Mereka
menjawab dan berkata : “Ia harus dihukum mati!”
Narator : Lalu
mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan
berkata Prajurit: “Cobalah katakan
kepada kami, hai Mesias, siapakah yag memukul Engkau?”
Yesus di hadapan Pilatus :
Narator :
Lalu bangkilah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus. Disitu
mereka mulai menuduh Dia, katanya :
Salah seorang dari orang banyak : “Telah
kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melaramg
membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan , bahwa Ia
adalah Kristus, yaitu Raja. “
Narator : Pilatus
bertanya kepada-Nya:
Pilatus
: “Engkaukah raja orang Yahudi?”
Yesus
: “Engkau sendiri mengatakannya.”
Pilatus
: “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini .”
Imam Besar dan orang jahat : “Ia
menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan
sudah sampai ke sini”.
Narator : Ketika
Pilatus mendengar itu Ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea. Dan ketika
ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap
Herodes , yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.
Pilatus : Bawalah Ia ke Herodes
Yesus di hadapan Herodes
Narator : Ketka
Herodes melihat Yesus, ia sangat girang . Sebab sudah lama ia ingin
melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan
melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda. Ia mengajukan banyak pertanyaan
kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apa pun. Sementara itu
imam-imam kepala dan ahli-ahli Tuarat maju ke dapan dan melontarkan
tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia. Maka mulailah Herodes dan pasukannya
menista dan mengolok-olokkan Dia, , ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya
lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. Dan pada hari itu jga bersabatlah
Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.
Yesus kembali di hadapan Pilatus
Narator : Lalu
Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat
Pilatus :
“Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat.
Kamu lihat sendiri bahwa aku teah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan
yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. Dan Herodes
juga tdak , sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak
ada suaru apa pun yag dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuma mati. Jadi akau
akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya.”
Narator : Tetapi
mereka berteriak bersama-sama : “Enyahlahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi
kami!”
Barabas
ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah
terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan. Sekali lagi Pilatus berbicara
dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus. Tetapi
mereka berteriak membalasnya
Orang banyak : “Salibkanlah
Dia” ! “Salibkanlah Dia”!
Pilatus : “Kejahatan
apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini Tidak ada suatu kesalahan apapun
yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuma mati. Jai aku akan
menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya.”
Narator : Tetapi
dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan
akhirnya mereka menang dengan teriak mereka, supaya tuntutan merea dikabulkan.
Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan
dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya
kepada mereka untuk diperlaukan semau-maunya.
Yesus dibawa untuk disalibkan
(Lukas)
Narator : Ketika
mereka membawa Yesus , mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirena,
yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahnunya,
supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. Sejumlah bessar orang mengikuti Dia;
di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. Yesus berpaling
kepada mereka
Yesus
: “Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan
tangisilah dirimu sendri dn anak-anakmu! Sebab lihat, akan tiba masanya orang
berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah
melahirkan, dan yang susuya tidak menyusui. Maka orang akan mulai berkata
kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami ! Sebab jikalau orang berbuat
demikian dengan kayu hidup , apakah yang akan terjadi dengan kayu kering? “
Narator : Dan
ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati
bersama-sama dengan Dia.
Yesus Disalibkan (Lukas)
Narator : Ketika
mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu ,
yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
Yesus :
“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat .”
Narator : Dan
mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. Orang banyak berdiri di situ
dan melihat semuanya . Pemimpin-pemimpin mengejek Dia ,
Imam Besar:
“Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-ya sendiri,
jika Ia adalah Mesias,, orang yang dipilih Allah.”
Narator : Juga
prajurit-prajurit mengolok-olokan Dia ; mereka mengunjukkan anggur asam
kepada-Nya;
Prajurit : “Jika
Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!”
Narator : Ada
juga tulisan di atas kepala-Nya : “Inilah raja orang Yahudi.”
Narator : Seorang
dari penjahat yang dugantung itu menghujat Dia,
Orang jahat yang disalibkan:
“Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami !”
Narator : Tetapi
yang seorang menegor dia,
Orang baik yang disalibkan
: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima
hukuman yang sama? Kita memang
selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasana yang setimpal dengan perbuatan
kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.
Narator : Lalu
ia berkata
Orang baik yang disalibkan : “Yesus,
ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”
Yesus : “Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau aka ada bersama-sama dengan Aku di
dalam Firdaus.
Yesus mati (Lukas)
Narator : Ketika
itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah
itu sampai jam tiga, Sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir bait Suci
terbelah dua. Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring
Yesus :
“Ya Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawa-Ku.”
Narator : Dan
sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
Narator : Ketika
kepala pasukan melihat apa yang terjadi , ia sungguh memuliakan Allah ,
Kepala pasukan:
“Sungguh, orang ini adalah orang benar!”
Narator : Dan
sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan
itu, melihat apa yang terjadi di situ, pulanglah mereka sambil memukul-mukul
diri. Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan
yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu.

Posting Komentar untuk "Salib: Narasi Jalan Salib Titik Luka yang Menjadi Titik Balik Sejarah, Versi Bahasa Indonesia"