Istilah Millenium berasal dari bahasa Latin, mille dan annus yang berarti “seribu tahun.” Millenialisme artinya adalah Yesus Kristus memerintahkan 1000 tahun di bumi. Doktrin ini digali dari kitab Wahyu 20:1-6. Ada tiga golongan yang memahami secara berbeda tentang Wahyu 20:1-6, yang dilatarbelakangi perbedaan pemahaman dan penafsiran, yaitu:
1.
Pre-Millenialisme
Pre,
artinya adalah sebelum. Jadi, Pre-millenialisme adalah paham “sebelum kerajaan
1000 tahun” itu. Apakah yang terjadi sebelum kerajaan 1000 tahun? Yang terjadi
adalah kedatangan Yesus Kristus. Disitu akan tejadi kebangkitan pertama. Yang
dibangkitkan itu adalah orang-orang suci atau kudus.
Lalu
Yesus dengan orang-orang suci itu memerintahkan selama 1000 tahun di bumi.
Selama itu iblis atau setan-setan dipenjarakan dan dikurung. Jadi, masa 1000
tahun itu adalah masa damai, dimana Yesus bersama dengan orang-orang kudus
memerintah.
Catatan : 1000
tahun disini adalah secara hurufiah, artinya dapat dihitung dan diketahui.
Setelah 1000 tahun maka setan atau iblis dilepaskan, lalu Yesus naik ke surga.
Maka setan atau iblis berkuasa lagi di bumi, sehingga terjadi kekacauan.
Lalu
Yesus Kristus datang lagi, dan terjadilah kebangkitan kedua untuk semua orang.
Maka terjadilah penghakiman untuk memisahkan siapa penghuni surga dan siapa
penghuni neraka. Mula-mula pemahaman ini dianut oleh kelomopok montanisme pada abad
ke-2, yaitu Yustinus Martir, Tertulianus, dll. Setelah reformasi, pemahaman ini
dianut oleh aliran Anabaptis dan Mennoit. Dan sekarang pemahaman ini dianut
oleh gereja-gereja Pentakosta, Kharismatik, Saksi Yahowa, Adventis, dll, yakni
yang menganut pemahaman sakramentalitas Zwingly.
Mereka mengatakan kedatangan Yesus Kristus yang kedua yang tidak dapat diketahui. Sedangkan kedatanagan Yesus Kristus yang pertama bisa diketahui, karena ada tanda-tandanya.
2.
Post-Millenialisme
Post
artinya adalah sesudah. Jadi, post-millenialisme adalah paham “sesudah kerajaan
1000 tahun”itu. Sesudah kerajaan 1000 tahun, yang akan terjadi adalah
kedatangan Yesus Kristus. Pada saat itu terjadi kebangkitan semua orang dan
terjadi penghakiman untuk memisahkan penghuni surga dan neraka. 1000 tahun
disini tidak dipahami secara hurufiah, namun dalam arti simbol. 1000 tahun
artinya tidak terhitungdan tidak terhingga jumlahnya. Artinya, masa itu adalah
masa yang sangat lamadan tidak diketahui manusia. Namun waktu yang lama itu
bisa dipercepat atau diperlama, yakni kedatangan Yesus Kristus, yang dilakukan
dengan cara “Pekabaran Injil” (Mat. 24:14). Inilah tanda kedatangan Yesus Kristus
bahwa injil akan diberitakan di seluruh dunia. Kedatangan Yesus Kristus adalah
kesudahan zaman. Jadi, semua orang di dunia ini harus menjadi Kristen semuanya,
barulah Yesus Kristus datang.
Pemahaman ini dianut oleh gerakan Injili. Jadi, tujuan Injili adalah penginjilan untuk mempercepat kedatangan Yesus Kristus dengan melakukan pemberitaan Injil. Menurut mereka gerejalah yang menentukan kedatangan Yesus Kristus dengan penginjilan. Dunia ini harus menjadi Kristen terlebih dahulu, barulah Yesus Kristus datang.
3.
A-
Millenialisme
“A”
artinya adalah tidak. Untuk itu doktrin ini adalah ajaran yang mengatakan
kerajaan 1000 tahun itu tidak ada. Mereka memahami pemerintahan Yesus Kristus
adalah seperti yang dikatakan pada “Pengakuan Iman Rasuli: .... Naik ke Sorga,
duduk disebelah kanan Allah Bapa Yang Maha Kuasa, dan akan datang kembali dari
sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati”. Saat Yesus duduk di
takhta-Nya, yakni duduk disebelah kanan Allah, itulah masa pemerintahan Yesus
Kristus, yakni pengampunan dosa dan injil diwartakan. Pada saat Yesus Kristus
datang kembali, maka akan terjadi kebangkitan semua orang dan pemisahan antara
penghuni sorga dan penghuni neraka.
Jadi,
pemahaman A-Millenialisme hampir sama dengan Post-Millenialisme. Post-Millenialisme
memahami kedatangan Yesus Kristus secara positif, dimana semua orang di dunia
ini akan menjadi Kristen. Sedangkan A-Millenialisme memahami bahwa Yesus
Kristus datang saat mana dunia ini sudah rusak dan jatuh dalam dosa sepenuhnya.
Dalam Lukas 18:8b yang adalah perkataan Yesus sendiri: ... akan tetapi, jika Anak
Manusia itu datang, apakah Ia mendapati iman di bumi?”.Jadi, karena itu
kedatangan Yesus Kristus adalah sama seperti pada peristiwa “air bah” dan
kehancuran Sodom dan Gomora.
Matius
24:22: “Dan sekiranya waktunya
dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat”.
2 Timotius3:2: “Manusia akan mencintai dirinya sendiri, dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri. Mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua, dan tidak tahu berterimakasih, tidak memperdulikan agama”.
Bedanya
adalah Post-Millenialisme melihat perjalanan dunia ini secara positif, dimana
semua orang akan menjadi Kristen. Sedangkan A-Millenialisme melihat perjalanan
dunia ini akan jatuh dalam kebobrokan dan semua orang akan murtad. Oleh karen
itu, A-Millenialisme melihat bahwa pemahaman Post-Millenialisme tidak mungkin
terjadi.
Pemahaman
ini dianut oleh GKR, Lutheran, Calvinis. Jadi yang diselamatkan adalah orang-orang
yang berpegang teguh pada pendiriannya.
.png)
Posting Komentar untuk "Kerajaan 1.000 Tahun (Millenialisme)"