Pengertian "Sabat", berhenti, melepaskan. Merupakan suatu ketetapan yang diberikan oleh Tuhan. Allah beristirahat pada hari ke tujuh, bukan karena Allah kelelahan, namun menjadi pola yang harus ditaati oleh manusia, beristirahat dari pekerjaannya sehari-hari oleh karena keterbatasannya. Hukum ke empat memerintahkan untuk menguduskan hari sabat untuk Tuhan. Kudus berarti "terpisah (dikhususkan) atau terpotong dari Menguduskan hari sabat untuk Tuhan berarti memisahkan diri dari pekerjaan sehari-hari dan mengkhususkan untuk Tuhan atau beribadah kepada Tuhan. Sikap Tuhan Yesus terhadap Hukum Taurat", tidak meniadakan tetapi menggenapinya, band. Mat. S: 17-18. Namun Tuhan Yesus menolak penafsiran Ahli Torat yang menjadikan hokum torat sebagai peraturan agamawi tetapi mengabaikan inti hokum torat yaitu motivasi kasih, band. Yoh 13:34, Mat. 22: 37-40, Roma 13:10.
Menguduskan hari sabat untuk Tuhan berarti berhenti dari pekerjaan dan memberikan waktu beribadah, bersekutu dengan Tuhan yang didasarkan oleh kasih kepada Tuhan, bukan sebagai rotinitas ibadah. Sikap orang Kristen terhadap Hukum Taurat, Sikap absolute, karena hokum toral adalah firman Tuban, Sikap relative, hukum taurat benar atau tida tergantung kepada situasi; Sikap yang menekankan secara harafiah dan menaatinya secara harafiah tetapi tidak melakukan inti dari hokum itu. Maka semua kegiatan pekerjaan yang menghambat ibadah kepada Tuhan khusunya pada hari minggu dilarang oleh Tuhan, dan kegiatan yang tidak menghalangi beribadah kepada Tuhan pada dasarnya dapat dibenarkan menurut etika Kristen.

Posting Komentar untuk "Tinjauan Etika Kristen Terhadap “Bekerja”Pada hari Minggu"