a.
Penciptaan
Alam Semesta
Di dalam Alkitab ada dua versi penciptaan:
Versi pertama : Kejadian 1: 1 – 2: 4a
Versi kedua
: Kejadian 4b-25.
Mana yang tepat? Apa hubungan yang kedua ini?
1. Seperti hubungan Anggaran Dasar dengan Anggaran Rumah Tangga. Anggaran Dasar dijelaskan dalam Anggaran Rumah Tangga. Jadi kesatuan yang utuh. Pada versi pertama ada penciptaan manusia, bagaimana prosesnya? Lihat pada versi kedua. Versi kedua tentang penciptaan manusia, dan versi pertama merupakan puncaknya sehingga versi kedua adalah proses penciptaan. Jadi, hubungannya harus diartikan hubungan penjabaran, yakni versi pertama adalah penjabaran versi kedua.
Penciptaan
Dalam Enam Hari
Menurut Alkitab ada tiga tahap penciptaan, yaitu
pada mulanya, enam hari dan hari ketujuh.
a) Pada
Mulanya
Ditulis pada mulanya adalah Allah menciptkan langit
dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong dan Roh Allah melayang-layang diatas
permukaan air.
b) Enam
Hari
Bumi belum berbentuk dan kosong. Untuk membentuk dan
mengisi bumi dalam enam hari:
-
Allah berfirman :”Jadilah terang”.
Mengapa terang duluan? Karena gelap gulita menutupi Samudera Raya, maka
pertama-tama Allah mengisi dengan terang.
-
Samudera raya adalah air, maka Allah
menciptakan “Cakrawala” untuk memisahkan air dari air, yaitu air yang diatas
dan yang dibawah.
-
Pada hari ketiga dipisahkan air dari darat dan air itu dinamai laut dan
kering itu darat. Laut dan darat di namai hari ke tiga. Di darat itu ditumbuhkan
tumbuh-tumbuhan.
-
Hari keempat adalah “Benda-benda
penerang”
-
Tentang planet-planet dan yang lainnya
sudah diciptakan bersamaan dengan penciptaan langit dan bumi pada mulanya di
langit.
-
Hari kelima Allah menciptakan
binatang-binatang di air dan burung-burung di udara.
-
Hari keenam Allah menciptakan
binatang-binatang di darat dan Manusia.
Dari urutan ini bisa muncul polemik yaitu tentang
urutan penciptaan tumbuh-tumbuhan dan benda-benda penerang. Dalam biologi
tumbuhan memperoleh makanan dari fotosintesis dari matahari. Dalam 2 Petrus 3:8
dikatakan bahwa satu hari bagi Tuhan sama dengan 1000 tahun bagi manusia.
Mungkinkah tumbuhan dapat hidup?
v Matahari
dan bulan yang mengatur peredaran waktu, mengapa pada hari pertama sudah ada
jadilah pagi? Dan jadilah terang? Bukankah pagi dan petang merupakan terbit dan
tenggelamnya matahari?
v Jawabannya adalah: Dari urutan penciptaan itu bukan matahari jadi awal waktu dan kehidupan tetapi ketika Allah berfirman: jadilah terang maka itulah permulaan dari waktu kehidupan dan kehidupan sudah dimulai di bumi, tetapi sumber waktu dan kehidupan sesungguhnya bukan terang melainkan bersumber dari yang menjadikan terang itu yaitu Firman Allah yang hidup (Yoh. 1:9).
c) Hari
Ketujuh
Hari yang ke tujuh pasal 2:2-3 menjelaskan tentang berhenti dan memberkati. Berhenti bukan beristirahat, namun menguduskan, melihat, memelihara, memerintah dan memberkati ciptaan-Nya itu supaya berjalan delam keteraturan sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Jadi seluruh ciptaan harus berjalan dalam kehendak-Nya.
b.
Penciptaan
Manusia
Siapakah
manusia?
Alkitab
satu-satunya yang mempersaksikan Allah dan karya-karya-Nya. Dalam Kejadian 1:26
mengatakan “manusia adalah gambar dan
rupa Allah”.Kejadian 1:26a mengatakan “baiklah
Kita…”. Ini berarti Allah
memproklamirkan maksud-Nya untuk menciptakan manusia. Ternyata itu menunjuk
pada “Kerajaan Allah” yang di isi oleh “Bala tentara sorga”. Ini menunjukkan
bahwa sorga sudah di isi oleh bala tentara sorga.
Namun
pada ayat 27 menunjukkan bahwa manusia disiptakan menurut “gambar Allah” saja,
tidak ada kata rupa disitu. Apakah makna dari “Gambar” dan “Rupa” ini?
§ Menurut
GKR, “gambar” dan “rupa” adalah berbeda. Gambar berhubungan dengan sifat, dan
rupa berhubungan dengan fisik.
§ Protestan
menganggap bahwa hubungan kedua kata itu adalah sebutan yang berbeda menunjuk
pada sifat Allah yang satu.
Dalam
Kejadian 5:1 dikatakan “menurut rupa…” Jadi,
Gambar dan Rupa adalah sama. Hanya kedua kata tersebut dipakai secara
bergantian. Hanya dalam Kejadian 1:26 saja kedua kata itu dipakai secara
bersamaan.
Kata
“Menurut Gambar Allah” adalah sebuah satu kesatuan yang tidak bisa
diganti-ganti bahasanya. Tidak boleh dikatakan “manusia se-gambar dengan
Allah”, itu adalah bahasa yang salah. Mengapa demikian? Sebab jika dikatakan
“manusia se-gambar dengan Allah”, hal itu berarti manusia pada hakikatnya sama
dengan Allah. Padahal manusia adalah ciptaan dan Allah adalah pencipta, dan
diantara ciptaan dan pencipta mempunyai perbedaan yang besar. Arti dari “manusia diciptakan menurut gambar dan rupa
Allah” adalah bahwa manusia menjadi hamba Allah, menjadi wakil Allah di bumi,
yang pada semula mempunyai tujuan yang sama denga Allah, yakni untuk memelihara
ciptaan lainnya. Jadi, penyebutan yang benar adalah “menurut gambar Allah”. Menurut berasal dari kata turut, yang artinya
taat/patuh/setia/jujur kepada Allah.
Untuk
menggali makna kata ini, kita harus melihat pada proses penciptaan. Ada 3
proses/hal yang tidak bisa kita lupakan.
a. Materi
atau bahan yang digunakan Allah untuk menciptakan manusia
b. Mandat
atau tugas/pekerjaan yang diberikan Allah pada manusia
c. Alat kerja atau modal kerja untuk melaksanakan mandat yang diberikan Allah itu.
Tanah
è manusia diciptakan dari tanah.
Materi
yang digunakan dalam Kejadian 2:7 yaitu tanah. Namun tidak hanya manusia saja
yang diciptakan dari tanah. Kejadian 2:19 mengatakan bahwa hewan-hewan dan
binatang-binatang lain juga diciptakan dari tanah. Kejadian 1:10-12 mengatakan
bahwa Allah memerintahkan supaya tanah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Jadi
tumbuh-tumbuhan juga berasal dari tanah. Ketiganyalah yang disebut sebagai
makluk hidup. Sebab itu ada 4 hakekat tanah, yaitu:
-
Tanah adalah asal mula semua makhluk
hidup
-
Tanah sebagai sumber kehidupan atau
makanan makhluk hidup
-
Tanah sebagai tempat tinggal makhluk
hidup
- Tanah sebagai pemberhentian atau akhir hidup seluruh makhluk hidup
Mandat
atau Penugasan Manusia
Penugasan manusia dalam Kejadian 2:5, Kejadian 2:18. Dalam Kejadian 1:26-28 menjelaskan bahwa manusia ditempatkan di Taman Eden agar mengusahai dan memelihara taman itu. Allah menciptakan manusia untuk mengusahakan tanah, menguasai dan memelihara ciptaan lain. Ini berarti: alam sekitar (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan) harus dipelihara. (Kejadian 1:26; 2:5). Menakhlukkan dan menguasai, artinya memelihara tanah: tujuan utama untuk menjaga harmonisasi hubungan dan kelestarian. Hal tersebut merupakan tugas yang besar, maka di beri penolong yang sepadan.
Alat Kerja atau Nafas Hidup (Kejadian
2:7)
Allah memberi alat kerja (Kej. 2:7) yaitu nafas. Nafas bukan nyawa tetapi nafas berarti ada sesuatu yang dimiliki Allah yang diberikan/dihembuskan Allah kepada manusia. Nafas itu berarti “kuasa” yang diberikan Allah bagi manusia. Kekuasaan Allah yang dihasilkan dan dihembuskan pada manusia yaitu daya cipta. Nafas berarti Daya Cipta, yakni Kebudayaan. Ini juga berarti Allah memberi pada manusia daya cipta, kreatifitas, manusia yang berbudaya. Kata Budaya berasal dari 2 suku kata, yaitu Budi yang artinya “akal”, dan Daya yang artinya “cipta/mencipta”. Dengan Daya Cipta itulah manusia bisa memelihara ciptaan lain, yakni melaksanakan mandat yang diberikan Allah.Budaya merupakan hasil olah pikir manusia.
c.
Penciptaan,
Pemerintaan dan Pemeliharaan(Providential)
d. Penciptaan, Pembebasan/Pemilihan(Preadestinasi)
§ Sebelum Allah menciptakan, apa yang dilakukan Allah? Setelah penciptaan, apa saja yang dilakukan Allah? Allah merancang, memilih; menentukan dan menetapkan Pada penciptaan terhadap ketiga Allah berhenti untuk mememlihara, memerintahkan seluruh ciptaanya itu
Sebelum kedua kata “Praedestinasi” dan “Provedential” digunakan dalam teologi sudah digunakan di ilmu lain dan diambil menjadi istilah teologi.
Providential: Istilah Provedential dapat diturunkan dari kata kerja Providere sebagaimana dipergunakan didalam Vulgata. Kata ini diambil dari dalam riwayat hidup Abraham dibukit Moria (Kej 22:8,14). Ayat tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut: “Allah yang akan menyediakan (atau meyelenggarakan supaya ada) akan anak domba bakal korban bakaran baginya: “Tuhan menyediakan (menyelenggarakannya); akan disediakan diatas Gunung Tuhan Itu”.
Praedestinasi: Istilah
Pradestinasi berasal dari bahasa Latin “Praedestination”
yang dibentuk dari dua kata Yunani: yaitu Pro
dan Horizo. Sedangkan dalam bahasa
inggris kata Pradestinasi berasal dari
dua kataPrae yang berarti sebelumnya
dan destinare yang berarti penetapan
oleh Allah. Jadi Pradestinasi adalah orang yang dipilih yang diselamatkan sudah
ditetapkan oleh Allah yang berdaulat sebelum dunia diciptakan.
Untuk
membicarakan ini, kita harus berangkat dari Efesus 1:4 “Sebab didalam Dia Allah
telah memilih kita sebelum dunia ini di jadikan, supaya kita kudus dan tak
bercacat dihadapanNya”.
Sebelum
penciptaan, Allah sudah memilih kita manusia dipilih untuk memelihara dan
mengusahakan tanah/bumi itu. Hal ini kita lihat dalam Kejadian 2:5: “belum ada
semak apapun dibumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab Tuhan
Allah belum menurunkan hujan kebumi dan
belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu”. Jadi manusia dipilih untuk
memelihara dan mengusahakan Tanah/Bumi itu.
Setelah
Allah memilih, Allah mengerjakan/menciptakan bumi/alam sekitarnya, setelah
semua selesai atau sudah jadi, maka manusia mengusahakannya (Kej 2:15: “Tuhan Allah mengambil manusia itu dan
menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu”).
Apakah
Allah memelihara bumi?
Ya!
Tetapi tidak secara langsung, namun dengan perantara manusia.
Tetapi
apa yang terjadi setelah penciptaan itu?
Yang
terjadi ialah manusia jatuh kedalam dosa
Apa itu
Dosa?
Dosa
adalah terputusnya hubungan manusia dengan Allah sehingga manusia mati dalam
kesadaraannya. Jadi dosa adalah matinya kesadaran manusia akan pentingnya
memiliki hubungan dengan Allah.
Padahal kita ketahui bahwa tugas Providential adalah dalam rangka hubungan dengan Tuhan. Kalau hubungannya putus, maka tugas providential putus.Kita dalam rangka providential adalah dalam rangka perantaraan Allah dengnan manusia untuk memelihara ciptaan.Setelah manusia jatuh kedalam dosa, maka tugas providential tidak ada lagi, malah menjadi merusak. Jadi manusia menjadi perusak dan manusia menjadi hamba dosa dan perusak.Awalnya manusia adalah ciptaan yang amat baik, tetapi manusia jatuh kedalam dosa sehingga menjadi buruk. Oleh karena itu Allah harus menyelamatkan bumi. Untuk mneyelamatkan bumi, maka harus dua hal yang harus diselamatkan, yaitu;
1. Tanah/Bumi
2. Manusia
Kenapa
Allah mau menyelamatkan manusia dan bumi?
Apakah
yang dilakukan Allah untuk menyelamatkan itu?
Jawaban:
1. Efesus
1:5 “Dalam kasih ia telah menentukan kata dari semula oleh Yesus Kristus untuk
menjadikan anak-anak-Nya sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya”.
Kasih artinya respon Allah yaitu menutupi dosa, maka
oleh kasih itu Allah menetapkan bahwa akan ada, suatu masa/zaman yaitu zaman
manusia menjadi Anak-anak Allah di dalam Yesus Kristus.
2. Yang
pertama adalah Allah memanggil Nuh. Nuh mendapat kasih Karunia, singkat cerita,
akhirnya Allah mengikat perjanjian dengan Nuh. Intisari dari perjanjian itu
adalah Kej 8:21-22 “Ketika Tuhan mencium persembahan yang harum itu,
berfirmanlah Tuhan dalam hati-Nya; “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena
manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya,
dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
Selama bumi masih ada, takkan berhenti musim menabur dan menuai, dingin dan
panas, kemarau dan hujan, siang dan malam”.
Intisari ini kita bisa ambil 3 makna,
yaitu :
1. Kejadian
8:21a
2. Kejadian
8:21b
3. Kejadian
8:22
Kej. 8:21a : Allah tidak akan mengutuk bumi ini lagi
karena manusia. Karena tanah terkutuk karena manusia Kej 3:17.
Karena
manusia, semua ciptaan menanggung akibatnya, tetapi Tuhan mengatakan “Aku tidak
akan mengutuk tanah ini lagi karena manusia meskipun hatinya jahat” (Kej 8:21a).
Artinya disini manusia harus bertannggug jawab atas dirinya sendiri. Kalau ia
merusak, menindas, maka manusia akan menanggung akibatnya.
Mengapa
bencana terjadi? Alkitab menjawab : manusia akan menanggung sendiri akibat
perbuatannya. Manusia dari dahulu yang berbuat dosa sampai akibatnya sekarang.
Kej. 8:
21b : Aku tidak akan membiasakan bumi ini dengan air bah seperti yang telah
Kulakukan. Tetapi Surat 2 Petrus mengatakan bahwa bumi akan dibinasakan dengan
api.
Kej.
8:22: Selama bumi masih ada tidak akan berhenti musim menabur dan menuai,
dingin dan panas, kemarau dan siang dan malam.Selama bumi masih ada, tidak akan
berhenti proses (menabur, manuai, dst). Artinya selama bumi masih ada akan
proses.
-
Pada masa manusia akan terjadi: lahir,
bertumbuh, mati.
-
Pada alam akan terjadi: perubahan, laut,
gunung, tumbuhan.
Bencana
terjadi karena proses yang selalu berjalan. Dalam proses ini berlaku prinsip
keadilan, artinya siapa yang menabur ia akan menuai, siapa yang berkerja ia
akan mendapatkan hasil, orang malas akan ditimpa, artinya kita hidup dalam
persaingan.
Dalam
proses tidak ada pandang muka, suku bangsa, budaya dan segalanya, semua dalam
proses
v Mengapa
ada yang kaya dan yang miskin?
Karena bumi ini dan manusia sudah diberi
Allah dalam proses.
Kejadian 8: 21-22, inilah sebagai tanda providential yaitu pemeliharahan.Tanda
pemeliharaan adalah Pelangi/tali busur.
- Bagaimana
caranya agar manusia tidak berdosa dan mengembalikan manusia kepada azalinnya
yaitu tidak berdosa?
Jawaban: Maka Allah memilih Abraham dan membuat Perjanjian pada Kejadian 12:1-13b “olehmu semua kaum dimuka bumi akan beroleh berkat.Ini pertama kali Tuhan katakan berkat. Arti berkat disini adalah memulihkan keadaan manusia kepada azalinya.
-
Apa/bagaimana manusia pada
azalinya?
1.
Memiliki hubungan dan persekutuan dengan
Tuhan.
2.
Manusia menjadi perantara Allah untuk
memelihara. Itu berarti manusia adalah hamba atau pelayan Allah (perantaraan
Allah untuk memelihara bumi)
3. Manuisa adalah anak-anak Allah (Kej 5:1)
Pertanyaannya
sekarang adalah: kapan janji Allah digenapi ?
Jawabannya:
Galatia 3:16 “Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada
keturunannya. Tidak dikatakan “kepada keturunan-keturunanya” seolah-olah
dimaksud orang banyak orang” tetapi hanya satu orang“dan kepadannya
keturunanmu” yaitu Kristus. Artinya janji kepada Abraham digenapi dalam Yesus
Kristus, itulah yang disebut dalam
Efesus 1: 5.
Jadi,
dengan demikian janji Allah kepada Abraham itulah janji praedestinasi yang
digenapi dalam Yesus Kristus, jadi pemulihan (berkat itu) digenapi dalam Yesus
Kristus.
Yang terjadi
ini penting; Dalam kurun waktu yang panjang. Teolog-teolog berdebat tentang
arti Praedestinasi. Ketika Praedestinasi dimaknai untuk pemilihan manusia untuk
diselamatkan oleh dibinasakan, maka
Teolog berdebat. Jawaban untuk itu
adalah:
Sesungguhnya
bahwa Alkitab tidak menjelaskan begitu. Di Efesus 1:5, manusia ditetapkan
menjadi anak-anaknya didalam Yesus Kristus. Jadi Yesus Kristus-lah yang ditetapkan
dan dipilih oleh Allah untuk menjadi berkat bagi manusia.Jadi sama seperti
provedential Allah bahwa Allah memilih perantaranya untuk memelihara bumi,
demikian juga dalam hal Preadestinasi yaitu Allah memilih perantaranya untuk
menyelamatkan atau memberkati manusia yaitu Yesus Kristus. Jadi yang dipilih
adalah perantaranya yaitu Yesus Kristus, bukan manusia.

Posting Komentar untuk "Makna Penciptaan: Dari Alam Semesta hingga Praedestinasi"