Ketika TUHAN Allah memanggil nabi Yeremia TUHAN menjanjikan kepadanya: "Ketahuilah, pada hari ini aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam." (Yer. 1:10).
Firman ini disampaikan TUHAN dalam rangka hukuman yang akan dijatuhkan TUHAN kepada bangsa Israel, karena bangsa itu telah meninggalkan TUHAN, mereka telah beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri (Yer. 1:16). TUHAN akan membuat negeri Israel, tanah yang subur menjadi padang gurun, kotanya akan dihancurkan (Yer. 4:26). Seluruh negeri akan menjadi reruntuhan dan ketandusan, bangsa Israel akan menjadi hamba bagi raja Babel 70 tahun lamanya (Yer. 25:11,18; 26:9).
Alasan TUHAN melakukan itu karena TUHAN tidak tahan lagi melihat perbuatan-perbuatan mereka yang jahat dan menjijikkan, oleh karena itulah negeri itu telah menjadi reruntuhan, kengerian dan kutuk tanpa penduduk, seperti yang terjadi (44:22). Sesungguhnya apa yang TUHAN bangun akan diruntuhkan-Nya, dan apa yang ditanam-Nya akan dicabut-Nya (Yer. 45:4). Semuanya akan diangkut ke Babel dan akan tinggal di sana sampai kepada hari TUHAN memperhatikannya lagi, lalu membawanya kembali ke negeri mereka (Yer. 27:22). Istana raja juga akan menjadi reruntuhan (Yer. 22:5). Tetapi setelah hukuman (keruntuhan dan kejatuhan) itu terjadi, TUHAN akan membawa mereka kembali ke negerinya. TUHAN, Dia akan menanam, bukan mencabutnya (Yer. 24:6).
TUHAN akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan puri itu akan berdiri di tempatnya yang asli (30:18). Sebagaimana TUHAN mencabut dan merobohkan, untuk meruntuhkan dan membinasakan dan mencelakakan, demikianlah juga IA akan membangun dan menanam kembali (31:28). TUHAN akan membangun dan tidak akan meruntuhkan mereka, akan membuat mereka tumbuh dan tidak akan mencabut mereka, sebab TUHAN telah mendatangkan malapetaka I kepada mereka (42:10)Arti dan makna pokok bahasan ini:
Bahwa hidup umat manusia dan umat Israel adalah semata-mata bergantung kepada kuat kuasa TUHAN Allah. Dia berkuasa menjadikan mereka menjadi suatu bangsa yang besar, yakni bangsa Israel, tetapi Dia juga berkuasa menghancurkan mereka ketika mereka meninggalkan dan melupakan TUHAN Allah. Bahwa TUHAN Allah telah "menciptakan" Israel dari satu keluarga Abraham, Ishak dan Yakub, untuk suatu bangsa yang besar selama perbudakan di Mesir, pengembaraan di padang gurun dan masa pendudukan di Tanah Perjanjian menjadi sebuah kerajaan Israel.
Tetapi ketika mereka sudah menjadi sebuah bangsa yang besar, mereka malah meninggalkan dan melupakan TUHAN Allah dan pergi menyembah allah buatan tangan mereka. Mereka "membuang" begitu saja semua yang telah TUHAN Allah berikan kepada Yakub, untuk suatu bangsa yang besar selama perbudakan di Mesir, pengembaraan di padang gurun dan masa pendudukan di Tanah Perjanjian menjadi sebuah kerajaan Israel.Tetapi ketika mereka sudah menjadi sebuah bangsa yang besar, mereka malah meninggalkan dan melupakan TUHAN Allah dan pergi menyembah allah buatan tangan mereka. Mereka "membuang" begitu saja semua yang telah TUHAN Allah berikan kepada mereka. Menganggap tidak pernah mengalami segala perbuatan, pertolongan dan keselamatan serta pemeliharaan yang dilakukan TUHAN di dalam kehidupan mereka.
Oleh sebab itulah TUHAN Allah menghukum mereka melalui raja Babelonia, Nebukadnezar, dengan menghancurkan negeri mereka dan membuat mereka menjadi bangsa yang terbuang selama 70 tahun lamanya. TUHAN menghukum bangsa yang tidak tahu berterimakasih (bersyukur) kepada Allah.Tetapi TUHAN Allah itu bukanlah Allah yang hanya tahu menghukum umat-Nya, tetapi Dia juga akan memulangkan dan memulihkan mereka ke negeri mereka semula. TUHAN membangun kembali bangsa-Nya melalui sisa-sisa Israel yang kembali dari Babelonia.
Selama dua hingga tiga tahun kita hidup di dalam pandemic global covid-19, banyak sudah orang-orang yang kita kenal telah meninggalkan kita. Sementara kita diluputkan TUHAN dari kengerian yang hebat itu, dan kita dapat melanjutkan hidup kita kembali. Sudah barang tentu kita harus bersyukur kepada Allah melalui peningkatan penyembahan dan ucapan syukur kita., dan dengan menghargai dan melindungi kehidupan sesama kita. Sudah seharusnya kita bersyukur melalui perubahan pola pikir, polah kerja, pola makan dan minum kita. Kata kuncinya adalah: pertobatan! "Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-jandal (Yes. 1:16-17).

Posting Komentar untuk "DIRUNTUHKAN UNTUK DIBANGUN, DIHANCURKAN UNTUK DIPULIHKAN"