Ekklesiologi : GEREJA

 



Ekklesiologi

a.     3 Aspek Gereja: Lembaga, Persektuan Umat Allah.

b.     Pembangun Jemaat bersifat Ekstensif dan Intensif

c.      Pelayan Gereja yang Apostolat dan Ibadat

d.     Doktin Gereja “yang kelihatan” dan “yang tidak kelihatan”

 

a.     3 Aspek Gereja

1)   Aspek kelembagaan

Disebut aspek kelembagaan berarti Gereja itu adalah organisasi kemasyarakatan di bidang keagamaan. Gereja harus bisa memenuhi persyaratannya sebagai lembaga di wilayah keberadaannya. Keberadaaan suatu lembaga harus mendapat izin dan pengakuan dari pemerintah. Dapat dikatakan pemerintahlah yang medirikan (memberi izin) suatu lembaga dapat berdiri. Maka pemerintah berhak memeriksa kelayakan suatu lembaga. Suatu lembaga dinyatakan layak beroperasi jika lembaga itu memiliki anggota, pengurus, AD-ART, kantor, gedung, sertifikat tanah, program kegiatan, visi misi dan tujuan lembaga. Sebagai suatu lembaga, Gereja juga harus mendapat pengakuan dari masyarakat dan lembaga-lembaga lainnya. Oleh sebab itu Gereja harus menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga lainnya, baik di tingkat lokal, daerah, nasional, internasional. Kerja sama itu di bidang oikumenis, kemanusiaan, pendidikan, lingkungan, dll. Ini wajib dimiliki Gereja sebagai lembaga untuk melihat akreditasi keberadaan lembaga itu, apakah lembaga itu memiliki pergerakan, fungsi, peranan bagi masyarakat atau tidak. Dari sisi kelembagaan sudah pasti Gereja mempunyai pergumulan-pergumulan sebagai lembaga, yaitu:

·        Pergumulan yang bersifat eksternal

Izin pendirian gereja sangat sulit didapatkan baik dari pemerintah maupun masyarakat.

·        Pergumulan yang bersifat internal

Gereja sebagai lembaga di bidang kepengurusan adalah bersifat periodik (periode). Setiap gereja melaksakan periodisasi, maka gereja akan berhadapan dengan pergumulan internal, karena proses periodisasi di gereja bisa berjalan denga menganut cara-cara duniawi. Gereja sangat sulit untuk membangun hubungan kerja sama dengan lembaga lain, baik di tingkat lokal, daerah, nasional, internasional.

 

2)   Aspek Persekutuan

Yang ditekankan disini adalah pengakuan iman bahwa Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat. Dari aspek ini, kita di kelas ini memang berpisah, tidak bersatu, dari aspek persekutuan (keimanan) kita bersatu. Karena kita sama-sama mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat dari lembaga gereja kita masing-masing. Jadi, aspek persekutuan melampaui aspek kelembagan. Ada aspek yang membedakan kita dengan aspek yang menyatukan kita.

 

3)   Aspek ke-Umatan

Alkitab menegaskan bangsa semua bangsa adalah umat Allah (Amos 9:7). Kejadian 2 menginspirasikan asal-usul bangsa-bangsa, yakni dimulai dengan peristiwa pendirian menara Babel. Dari situ, Allah menyerakkan bangsa-bangsa dengan memecah bahasa mereka. Jadi, semua bangsa adalah ditempa dan dibentuk oleh Allah sendiri. Oleh karena itu semua bangsa adalah umat Allah. Dari semua bangsa yang ada, Allah memilih bangsa Israel sebagai bangsa pilihannya, artinya bangsa Israel dipanggil secara khusus untuk memberitakan nama Allah kepada bangsa-bangsa lain. Panggilan Israel itu kemudian diteruskan oleh Gereja. Jadi, Gereja adalah umat kesayangan, dalam arti dipanggil dan di utus mewartakan nama Allah supaya semua bangsa mengakui Allah. Jadi, dari aspek ini, semua bangsa, semua suku adalah umat Allah.

                                       

b.   Pembangunan Jemaat

1.   Bersifat Ekstensif

Artinya penambahan jumlah atau pembangunan kuantitas. Artinya Gereja harus menambah jiwa-jiwa baru, mencari jiwa, mencari jemaat, menambah jumlah anggota. Artinya, gereja harus melakukan misi pengkabaran injil. Gereja harus bermisi keluar, melakukan penginjilan.

 

2.     Bersifat Intensif

Artinya pembangun mental, karakter, iman, kerohanian, spiritual Jemaat. Dengan demikian pembangunan intensif adalah pembangunan kualitas gereja. Artinya, gereja harus melakukan pembinaan, pendidikan, pengajaran kepada Jemaatnya.

                    

c.      Pelayanan Gereja

1.     Apostolat

Arti apostolat adalah rasul. Tetapi dalam hal ini dimaksud bukan berarti jabatan kerasulan. Pekerjaan kerasulan adalah pekerja penyaksi Kristus. Itu artinyagereja harus membekali dan mengutus jemaatnya untuk menjadi penyaksi-penyaksi Kristus melalui prosfesinyamasing-masing.

Contoh :

·         Gereja harus mengutus Jemaatnya yang berprofesi sebagai hakim untuk menciptakan keadilan

·         Gereja harus mengutus Jemaatnya yang berprofesi sebagai guru untuk mencerdaskan anak-anak bangsa

Itu artinya pelayanan yang apostolat adalah pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.

 

2.     Ibadat

Artinya segala kegiatan peribadatan/kebaktian yang dilaksanakan oleh gereja.Namun secara umum, pelayanan tidak hanya di bidang ibadat, tapi juga pelayanan dalam kehidupan  sehari- hari (Apostolat).

 

d.     Dokrin Gereja

1)     Yang Kelihatan

Gereja yang kelihataan adalah gereja yang dilihat dari fisiknya (lembaga, keanggotaan gereja). Gereja yang kelihatan adalah orang-orang yang terdaftar sebagai anggota jemaat. Tetapi orang-orang yang terdaftar sebagai anggota gereja belum tentu semuanya beriman. Pasti ada jemaat yang belum beriman. Persoalan Iman adalah persoalan yang tidak kelihatan.

 

2)     Yang Tidak Kelihatan

Artinya disini adalah Iman Jemaat atau kehidupan Spiritual Jemaat. Di dalam gereja yang kelihatan terdapat persoalan yang tidak kelihatan.

Posting Komentar untuk "Ekklesiologi : GEREJA"