Sikap Etika Kristen Terhadap “Golput” dalam pemilihan umum

 Pemerintahan Demokrasi dan Pemilihan Umum Ada beberapa bentuk pemerintahan, 

atara lain, Monachy, Aristocrasy, Democracy. Monarki (Yunani) monarchia, dari kata

monos, artinya tunggal dan kata arche, artinya memerintah). Monarki adalah sistem

pemerintahan di mana kekuasaan dalam pembuatan undang-undang hukum, pengaturan

administrasi terletak di tangan seorang raja. Dan sistem pergantian raja pada sistem

monarki adalah berdasarkan keturunan. Aristokrasi (Yunani; aristos, artinya terbaik; dan

cratos artinya yang memerintah). Aristokrasi adalah suatu sistem di mana pemimpin yang

diangkat bukan berdasarkan pada suatu sistem tetapi berdasarkan kemampuan secara

alamiah. Democrasy (Yunani domos artinya rakyat dan cratos artinya pemerintah) adalah

salah satu sistem politik di suatu Negara, yaitu suatu "sistem pemerintahan dari rakyat,

oleh rakyat dan untuk rakyat (government of the people, by the people for the people. 

Dalam sistem pemerintahan demokrasi, kekuasaan tertinggi adalah di tanga rakyat,

meskipun dalam proses pelaksanaannnya rakyat secara keseluruhannya tidak dapat

mengatur atau memerintah secara langsung melainkan rakyat melakukakannya melalui

representasinya  (wakil) yang mereka pilih melalui pemilihan umum (pemilu). Dalam

sistem pemerintahan/politik demokrasi" yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan

untuk rakyat, melalui perwakilannya, hal itu menyatakan bahwa menggunakan "hak pilih"

sangat penting dan menentukan keadaan suatu pemerintahan atau Negara  

Hal ini menyatakan bahwa kekuasaan tertinggi adalah adalah ditangan rakyat (ku),

dan yang mengatur adalah rakyat (rule of the people), dalam pengertian atas persetujuan

rakyat. Kita hubungkan dengan fungsi dan tugas DPR, di berbagai tingkatan sebagai

wakil rakyat.

Dasar Ethis Teologis Partisipasi orang Kristen dalam politik dan ketaatan kepada

Pemerintah

Dasar tanggung jawab orang Kristen dalam politik dan ketaatan kita kepada

Pemerintah adalah didasarkan pada: Pemerintah adalah "hamba Allah yang dipilih dan

ditetapkan oleh Allah" dengan tujuan "demi kebaikan kita (masyarakat termasuk Gereja),

Roma 13:1-9. Bagalmakah caranya Allah memilih dan menetapkan pemerintah? Ada

ungkapan: "suara rakyat suara Tuhan, suara Tuhan suara rakyat" (Vox Populi Vox Del,

Vox Dei vox Populi), hal ini menimbulkan pertanyaan bagaimana caranya agar "suaraku

adalah suara Tuhan, suara Tuban suaraku? Berarti setiap orang (orang Kristen) harus

mendasarkan pilihannya pada pilihan Tuhan, berarti harus bertanya dan bertanggung

jawab kepada Tuhan di dalam menentukan pilihannya. Berarti menggunakan hak pilih

ada hubungannya dengan ketaatan dan tangung jawab kepada Tuhan. Maka "golputgolongan

putih” tidak sesuai dengan Etika Kristen. Pada dasarnya sama dengan orang

yang tidak menggunakan "hak pilihnya”, dengan berbagai alasan. Maka orang Krisen

yang tidak mengunakan hak pilihnya (golput) alau tidak melakukan tanggung jawabnya

dalam Pemilu, tidak hanya menyatakan ketidak taatannya kepada Pemerintah, Negaranya,

tetapi juga merupakan ketidak taataa kepada Tuhan.

 Penyebab Golput

Ada berbagai penyebab dan alasan, mengapa orang khususnya orang Kristen tidak

mengunakan hak pilihnya (golput), namun dapat dikatakan alasan yang paling utama

adalah; Kurangnya kesadaran akan tanggung jawab politik menurut teologis-Etika Kristen

(belum sadar politik), maka sangat penting di sosialisakan mengenai topic ini kepada

Jemaat.



Posting Komentar

0 Komentar